Minggu, 22 Mei 2016
WISATA LOMBOK
Lombok adalah sebuah pulau yg sangat terkenal dengan tempat wisata, terutama di lombok tengah. Salah satunya adalah Desa Sade dan Sukarara. Desa sade memiliki berbagai macam budaya seperti peresean, rumah adat dan songket. Desa sukarara sama halnya dengan Desa Sade.
#Pantai Nan Exotic
1. PANTAI KUTA
pantai kuta sangat terkenal dgn ombak sera pohon dan pasir putihnya yg memanjakan mata. Pantai kuta menjadi rumah kedua bagi wisatawan asing dri jerman, inggris, islandia, dll. Mereka sangat terkesan dgn kealamianyya.
2. Bukit Mereseq Dipantai an
Bukit mereseq masih sangat terjaga dgn ketinggian +_80m , sangat indah dgn pemandangan laut lepas, air biru, ombak besar, angin spoi, dan pasir putih yg begitu luas.
BERKUNJUNGLAH KE LOMBOK DAN RASAKAN KEALAMIANNYA YG MASIH TERJAGA.
CARA CEPAT BELAJAR BAHA INGGRIS
4 Tips agar cepat pintar berbahasa inggris
THANKS tO: http://catatan-kk.blogspot.com/2013/08/4-tips-agar-cepat-pintar-berbahasa.html
Namun demikian sebetulnya ada cara mudah untuk cepat mahir bahasa inggris, dan ini Cuma pendapat dari guru bahasa inggris saya waktu dulu, dan untunglah sampai sekarang masih saya ingat dikepala apa-apa saja yang perlu kita lakukan untuk cepat mahir bahasa inggris, berikut caranya :
1. Teruslah menghafal kata-kata dalam bahasa inggris, cukup menghafal 2 kata saja perhari tapi enaknya menghafal itu sehabis sholat subuh dimana pikiran kita masih sangat cemerlang, disaat otak kita sedang plong-plongnya, 2 kata perhari kelihatannya mungkin sangat sedikit tapi sebetulnya sangat menguntungkan dan jelas kita bisa prediksikan itu :
Nah, dalam proses menghafal ini, anda tidak diwajibkan untuk mencapuri pemahaman anda tentang tenses-nya tetapi bila anda sanggup itu lebih baik. Karena proses menghafal tenses tidak sesulit menghafal kata-kata, selain itu cara ini juga cukup efektif untuk anda yang hobi menghafal bahasa jepang, sempat saya coba ketika sma tapi hanya beberapa bulan saja.
Nah, dengan cara ini setidaknya ketika masuk SMA/SMK kita sudah mampu mengenal banyak kata-kata dalam bahasa inggris, teman-teman pastinya sudah kelewat, dan anda tinggal mempelajari tenses-nya, terus kalau ini efektif dan cukup terjangkau caranya kenapa tidak anda coba .?
2. Setelah anda hafal banyak kata-kata dalam bahasa inggris sekarang masuk ke tenses, dan tentunya kita sendiri tahu betul berbicara bahasa inggris yang benar haruslah sesuai tenses, kalau tensesnya salah yang jelas kalau berbicara dengan orang asing ngomongnya akan sedikit ngawur,
Hotel murah di jakarta
setidak nya ada 16 tenses yang perlu kita pelajari dalam bahasa inggris, dan sama dengan tahap menghafal, kali ini anda cukup menghafal 1 tenses saja tidak lama minimal 1 minggu saja, lalu setelah itu hafal, langsung lanjut ke tenses berikutnya dan seterusnya, untungnya dalam proses menghafal ini dengan mudahnya anda bisa berucap dengan kata-kata bahasa inggris.
3. Setelah tensesnya sudah digenggaman alias sudah anda kuasai, yang jelas anda perlu latihan dalam bicara bahasa inggris, kalau berbicara sesama orang pribumi yang pasti akan bingung, karena belum tentu dia atau mereka paham, untuk itu cara alternative dengan memanfaatkan jejaring social yaitu facebook, coba anda cari teman asli orang luar negeri bisa langsung orang amerika, inggris atau Australia. Walau sebatas chatting cara ini juga bisa melatih anda dalam menulis dengan bahasa inggris.
Unit link terbaik di indonesia commonwealth life investra link
4. Sering-seringlah berbicara dalam bahasa inggris, untuk itu cobalah anda ganti pola bicara anda yang tadinya bahasa Indonesia, jawa, sunda atau bahasa daerah lainnya dengan bahasa inggris, tapi ingat ini cuma sebatas melatih berbicara saja bukan melupakan bahasa negeri sendiri, hehehe. Dan anda bisa memulainya dengan mengucap benda-benda yang tadinya berbahasa Indonesia jadi keinggris-inggrisan, termasuk hewan, tumbuhan, anggota keluarga, teman dan lainnya. Tapi jangan sekali-kali berbicara dengan orang tersesat pake bahasa inggris ya ..!! wkwkwk
Jumat, 28 Agustus 2015
Upaya Indonesia Mengatasi Ancaman Disintegrasi
oleh : moh. murne rifa'i
XII MIPA3
Upaya Indonesia mengatasi
ancaman disintegrasi
Peristiwa apa saja yang terjadi di
Indonesia setelah merdeka….?
Ada berbagai bentuk pergolakan dan pemberontakan
antara lain:
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, perjuangan bangsa Indonesia belum selesai. Mengapa?
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, perjuangan bangsa Indonesia belum selesai. Mengapa?
Sebab Indonesia menghadapi dua
masalah antara harus berjuang mem-pertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu
dan NICA dan juga harus menghadapi tindakan makar dari gerakan separatis.
Pada saat bangsa membutuhkan kekuatan untuk mempertahankan kemerdekaan.
Tindakan makar dengan cepat ditumpas
oleh TNI yang didukung rakyat, dan pada akhirnya semua pemberontakan dapat
diseleseikan.
Inilah berbagai pemberontakan yang
terjadi pada saat itu.
a.
PKI
Madiun 1948
Pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin tahun 1948. Jatuhnya kabinet Amir disebabkan oleh kegagalannya dalam Perundingan Renville yang sangat merugikan Indonesia. Untuk merebut kembali kedudukannya,pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat.Untuk memperkuat basis massa,Front ini membentuk organisasi kaum petani dan buruh. Selain itu dengan memancing bentrokan dengan menghasut buruh. Puncaknya ketika terjadi pemogokan di pabrik karung Delanggu (Jawa Tengah) pada tanggal 5 Juli 1959. Pada tanggal 11 Agustus 1948, Musso tiba dari Moskow. Amir dan Front inipun segera bergabung dengan Musso. Untuk memperkuat organisasi, maka disusunlah doktrin bagi PKI. Doktrin itu bernama Jalan Baru. PKI banyak melakukan kekacauan, terutama di Surakarta.
Oleh PKI daerah Surakarta dijadikan
daerah kacau (wildwest). Sementara Madiun dijadikan basis gerilya. Pada tanggal
18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di
Indonesia. Tujuannya untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
dan menggantinya dengan negara komunis. Pada waktu yang bersamaan, gerakan PKI
dapat merebut tempat-tempat penting di Madiun. Untuk menumpas pemberontakan
PKI, pemerintah melancarkan operasi militer. Dalam hal ini peran Divisi
Siliwangi cukup besar. Di samping itu, Panglima Besar Jenderal Soedirman
memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa
Timur untuk mengerahkan pasukannya menumpas pemberontakan PKI di Madiun. Dengan
dukungan rakyat di berbagai tempat, pada tanggal 30 September 1948, kota Madiun
berhasil direbut kembali oleh tentara Republik. Pada akhirnya tokoh-tokoh PKI
seperti Aidit dan Lukman melarikan diri ke Cina dan Vietnam. Sementara itu,
tanggal 31 Oktober 1948 Musso tewas ditembak. Sekitar 300 orang ditangkap oleh
pasukan Siliwangi pada tanggal 1 Desember 1948 di daerah Purwodadi, Jawa
Tengah.
Dengan ditumpasnya pemberontakan PKI
di Madiun, maka selamatlah bangsa dan negara Indonesia dari rongrongan dan
ancaman kaum komunis yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
b. Pemberotakan DI/TII ( Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia)
1. DI/TII Jawa Barat
S M Kartosuwiryo mendirikan (DI/TII ) dengan tujuan menentang penjajah Belanda di Indonesia, setelah makin kuat, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949 dan tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). Upaya penumpasan dengan operasi militer yang disebut Operasi Bharatayuda. Dengan taktis Pagar Betis. Pada tanggal 4 juni 1962, Kartosuwiryo berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat. Akhirnya Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati 16 Agustus 1962.
S M Kartosuwiryo mendirikan (DI/TII ) dengan tujuan menentang penjajah Belanda di Indonesia, setelah makin kuat, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 17 Agustus 1949 dan tentaranya dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). Upaya penumpasan dengan operasi militer yang disebut Operasi Bharatayuda. Dengan taktis Pagar Betis. Pada tanggal 4 juni 1962, Kartosuwiryo berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat. Akhirnya Kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati 16 Agustus 1962.
2.
DI/TII Jawa Tengah
Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah di bagian utara, yang bergerak di daerah Tegal, Brebes dan Pekalongan. Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah kemudian diangkat sebagai komandan pertemburan Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal Tentara Islam Indonesia. Untuk menghancurkan gerakan ini, Januari 1950 dibentuk Komando Gerakan Banteng Negara (GBN) dibawah Letkol Sarbini. Pemberontakan di Kebumen dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahfudz Abdulrachman (Romo Pusat atau Kiai Sumolanggu) Gerakan ini berhasil dihancurkan pada tahun 1957 dengan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro. Didaerah Merapi-Merbabu juga telah terjadi kerusuhan-kerusuhan yang dilancarkan oleh Gerakan oleh Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini juga dapat dihancurkan. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah Gerakan Banteng Nasional dilancarkan operasi Banteng Raiders.
Gerakan DI/TII di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah di bagian utara, yang bergerak di daerah Tegal, Brebes dan Pekalongan. Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah kemudian diangkat sebagai komandan pertemburan Jawa Tengah dengan pangkat Mayor Jenderal Tentara Islam Indonesia. Untuk menghancurkan gerakan ini, Januari 1950 dibentuk Komando Gerakan Banteng Negara (GBN) dibawah Letkol Sarbini. Pemberontakan di Kebumen dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam (AUI) yang dipimpin oleh Kyai Moh. Mahfudz Abdulrachman (Romo Pusat atau Kiai Sumolanggu) Gerakan ini berhasil dihancurkan pada tahun 1957 dengan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro. Didaerah Merapi-Merbabu juga telah terjadi kerusuhan-kerusuhan yang dilancarkan oleh Gerakan oleh Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini juga dapat dihancurkan. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah Gerakan Banteng Nasional dilancarkan operasi Banteng Raiders.
3.
DI/TII Aceh
Adanya berbagai masalah antara lain masalah otonomi daerah, pertentangan antargolongan, serta rehabilitasi dan modernisasi daerah yang tidak lancar menjadi penyebab meletusnya pemberontakan DI/TII di Aceh. Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh yang pada tanggal 20 September 1953 memproklamasikan daerah Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI/TII di Aceh diselesaikan dengan strategi operasi militer dan musyawarah.
Adanya berbagai masalah antara lain masalah otonomi daerah, pertentangan antargolongan, serta rehabilitasi dan modernisasi daerah yang tidak lancar menjadi penyebab meletusnya pemberontakan DI/TII di Aceh. Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh yang pada tanggal 20 September 1953 memproklamasikan daerah Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo. Pemberontakan DI/TII di Aceh diselesaikan dengan strategi operasi militer dan musyawarah.
4.
DI/TII Sulawesi Selatan
Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati oleh pasukan TNI.
Andi Aziz
Faktor - faktor yang menyebabkan pemberontakan adalah :
1. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
Karena tindakan Andi Azis tersebut maka pemerintah pusat bertindak tegas. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan. Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953. Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati oleh pasukan TNI.
Andi Aziz
Faktor - faktor yang menyebabkan pemberontakan adalah :
1. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
Karena tindakan Andi Azis tersebut maka pemerintah pusat bertindak tegas. Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus dilepaskan. Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April 1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
d.
APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil )
Pada bulan Januari 1950 di Jawa Barat di kalangan KNIL timbul Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin oleh Kapten Westerling. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Federal Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri pada setiap negara bagian Republik Indonesia Serikat. APRA mengajukan ultimatum menuntut supaya APRA diakui sebagai Tentara Pasundan dan menolak dibubarkannya Pasundan/negara Federal tersebut. Ultimatum ini tidak ditanggapi oleh pemerintah, maka pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung APRA melancarkan teror, APRA berhasil ditumpas. Ternyata dalang gerakan APRA ini berada di Jakarta, yakni Sultan Hamid II. Rencana gerakannya di Jakarta ialah menangkap beberapa menteri Republik Indonesia Serikat yang sedang menghadiri sidang kabinet dan membunuh Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sekertaris Jenderal Kementerian Pertahanan Mr. A. Budiardjo, dan Pejabat Kepada Staf Angkatan Perang Kolonel T.B Simatupang. Rencana tersebut berhasil diketahui dan diambil tindakan preventif, sehingga sidang kabinet ditunda. Sultan Hamid II berhasil ditangkap pada tanggal 4 April 1950. Akan tetapi, Westerling berhasil melarikan diri ke luar negeri.
e.
RMS, ( Republik Maluku Selatan )
Pada tanggal 25 April 1950 di Ambon diproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) yang dilakukan oleh Dr. Ch. R. S. Soumokil mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur,Soumokil. Namun, setelah gagalnya gerakan itu ia melarikan diri ke Maluku Tengah dengan Ambon sebagai pusat kegiatannya. Untuk itu pemerintah mengutus Dr. Leimena untuk mengajak berunding. Misi Leimena tidak berhasil karena RMS menolak untuk berunding. Pemerintah bertindak tegas, pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Kolonel A. E. Kawilarang dikirimkan ke Ambon. Dalam pertempuran memperebutkan benteng New Victoria, Letkol Slamet Riyadi tertembak dan gugur. Pada tanggal 28 September 1950 pasukan ekspedisi mendarat di Ambon dan bagian utara pulau itu berhasil dikuasai. Tanggal 2 Desember 1963 Dr. Soumokil berhasil ditangkap selanjutnya tanggal 21 April 1964 diadili oleh Mahkamah Militer Laut Luar Biasa dan dijatuhi hukuman mati.
f. PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)
Munculnya pemberontakan PRRI diawali dari ketidakharmonisan hubungan pemerintah daerah dan pusat. Daerah kecewa terhadap pemerintah pusat yang dianggap tidak adil dalam alokasi dana pembangunan. Kekecewaan tersebut diwujudkan dengan pembentukan dewan-dewan daerah seperti berikut.
a. Dewan Banteng di Sumatra Barat
yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein.
b. Dewan Gajah di Sumatra Utara yang dipimpin oleh Kolonel Maludin Simbolan.
c. Dewan Garuda di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letkol Barlian.
d. Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual.
Tanggal 10 Februari 1958 Ahmad Husein menuntut agar Kabinet Djuanda mengundurkan diri dalam waktu 5 x 24 jam, dan menyerahkan mandatnya kepada presiden. Tuntutan tersebut jelas ditolak pemerintah pusat. Setelah menerima ultimatum, maka pemerintah bertindak tegas dengan memecat secara tidak hormat Ahmad Hussein, Simbolon, Zulkifli Lubis, dan Dahlan Djambek yang memimpin gerakan sparatis. Langkah berikutnya tanggal 12 Februari 1958 KSAD A.H. Nasution membekukan Kodam Sumatra Tengah dan selanjutnya menempatkan langsung di bawah KSAD.
Pada tanggal 15 Februari 1958 Achmad Hussein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Sebagai perdana menterinya adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara. Agar semakin tidak membahayakan negara, pemerintah melancarkan operasi militer untuk menumpas PRRI. Berikut ini operasi militer tersebut.
b. Dewan Gajah di Sumatra Utara yang dipimpin oleh Kolonel Maludin Simbolan.
c. Dewan Garuda di Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Letkol Barlian.
d. Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual.
Tanggal 10 Februari 1958 Ahmad Husein menuntut agar Kabinet Djuanda mengundurkan diri dalam waktu 5 x 24 jam, dan menyerahkan mandatnya kepada presiden. Tuntutan tersebut jelas ditolak pemerintah pusat. Setelah menerima ultimatum, maka pemerintah bertindak tegas dengan memecat secara tidak hormat Ahmad Hussein, Simbolon, Zulkifli Lubis, dan Dahlan Djambek yang memimpin gerakan sparatis. Langkah berikutnya tanggal 12 Februari 1958 KSAD A.H. Nasution membekukan Kodam Sumatra Tengah dan selanjutnya menempatkan langsung di bawah KSAD.
Pada tanggal 15 Februari 1958 Achmad Hussein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Sebagai perdana menterinya adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara. Agar semakin tidak membahayakan negara, pemerintah melancarkan operasi militer untuk menumpas PRRI. Berikut ini operasi militer tersebut.
Untuk menumpas pemberontakan
PRRI/Permesta dilaksanakan operasi gabungan yang terdiri atas unsur-unsur
darat, laut, udara, dan kepolisian. Serangkaian operasi yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi dan berhasil menguasai kota. Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958.
2. Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 21 Mei 1958.
3. Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo.
4. Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo.
5. Penumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka di bawah pimpinan Letkol Rukminto Hendraningrat, yang terdiri dari :
• Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono.
• Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono.
• Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado, dipimpin oleh Letkol Magenda.
• Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat
3. Peristiwa G-30-S/PKI 1965.
1. Operasi Tegas dengan sasaran Riau dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution. Tujuan mengamankan instansi dan berhasil menguasai kota. Pekanbaru pada tanggal 12 Maret 1958.
2. Operasi 17 Agustus dengan sasaran Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April 1958 dan menguasai Bukittinggi 21 Mei 1958.
3. Operasi Saptamarga dengan sasaran Sumatera Utara dipimpin oleh Brigjen Jatikusumo.
4. Operasi Sadar dengan sasaran Sumatera Selatan dipimpin oleh Letkol Dr. Ibnu Sutowo.
5. Penumpas pemberontakan Permesta dilancarkan operasi gabungan dengan nama Merdeka di bawah pimpinan Letkol Rukminto Hendraningrat, yang terdiri dari :
• Operasi Saptamarga I dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah, dipimpin oleh Letkol Sumarsono.
• Operasi Saptamarga II dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan, dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono.
• Operasi Saptamarga III dengan sasaran Kepulauan Sebelah Utara Manado, dipimpin oleh Letkol Magenda.
• Operasi Saptamarga IV dengan sasaran Sulawesi Utara, dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat
3. Peristiwa G-30-S/PKI 1965.
1). Kondisi Politik Menjelang G 30
S/PKI
Doktrin Nasakom yang dikembangkan
oleh Presiden Soekarno memberi keleluasaan PKI untuk memperluas pengaruh. Usaha
PKI untuk mencari pengaruh didukung oleh kondisi ekonomi bangsa yang semakin
memprihatinkan. Dengan adanya nasakomisasi tersebut, PKI menjadi salah satu
kekuatan yang penting pada masa Demokrasi Terpimpin bersama Presiden Soekarno
dan Angkatan Darat. Pada akhir tahun 1963, PKI melancarkan sebuah gerakan yang
disebut “aksi sepihak”. Para petani dan buruh, dibantu para kader PKI,
mengambil alih tanah penduduk, melakukan aksi demonstrasi dan pemogokan. Untuk
melancarkan kudeta, maka PKI membentuk Biro Khusus yang diketuai oleh Syam
Kamaruzaman. Biro Khusus tersebut mempunyai tugas-tugas berikut.
a. Menyebarluaskan pengaruh dan
ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI.
b. Mengusahakan agar setiap anggota ABRI yang telah bersedia menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya.
c. Mendata dan mencatat para anggota ABRI yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya.
b. Mengusahakan agar setiap anggota ABRI yang telah bersedia menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya.
c. Mendata dan mencatat para anggota ABRI yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya.
Memasuki tahun 1965 pertentangan
antara PKI dengan Angkatan Darat semakin meningkat. D.N. Aidit sebagai pemimpin
PKI beserta Biro Khususnya, mulai meletakkan siasat-siasat untuk melawan
komando puncak AD. Berikut ini siasat-siasat yang ditempuh oleh Biro Khusus
PKI.
a. Memojokkan dan mencemarkan
komando AD dengan tuduhan terlibat dalam persekongkolan (konspirasi) menentang
RI, karena bekerja sama dengan Inggris dan Amerika Serikat.
b. Menuduh komando puncak AD telah membentuk “Dewan Jenderal” yang tujuannya menggulingkan Presiden Soekarno.
c. Mengorganisir perwira militer yang tidak mendukung adanya “Dewan Jenderal”.
d. Mengisolir komando AD dari angkatan-angkatan lain.
e. Mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari para buruh dan petani yang dipersenjatai.
b. Menuduh komando puncak AD telah membentuk “Dewan Jenderal” yang tujuannya menggulingkan Presiden Soekarno.
c. Mengorganisir perwira militer yang tidak mendukung adanya “Dewan Jenderal”.
d. Mengisolir komando AD dari angkatan-angkatan lain.
e. Mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari para buruh dan petani yang dipersenjatai.
Ketegangan politik antara PKI dan
TNI AD mencapai puncaknya setelah tanggal 30 September 1965 dini hari, atau
awal tanggal 1 Oktober 1965. Pada saat itu terjadi penculikan dan pembunuhan
terhadap para perwira Angkatan Darat.
2. Seputar Penculikan Para Jenderal AD, Usaha Kudeta, dan Operasi Penumpasan
Peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira AD, kemudian dikenal Gerakan 30 S/PKI. Secara rinci para pimpinan TNI yang menjadi korban PKI ada 10 orang, yaitu 8 orang di Jakarta dan 2 orang di Yogyakarta. Mereka diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.
2. Seputar Penculikan Para Jenderal AD, Usaha Kudeta, dan Operasi Penumpasan
Peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira AD, kemudian dikenal Gerakan 30 S/PKI. Secara rinci para pimpinan TNI yang menjadi korban PKI ada 10 orang, yaitu 8 orang di Jakarta dan 2 orang di Yogyakarta. Mereka diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.
2). Berikut ini para korban
keganasan PKI.
a. Di Jakarta
1) Letjen Ahmad Yani, Men/Pangad.
2) Mayjen S.Parman, Asisten I Men/Pangad.
3) Mayjen R. Suprapto, Deputi II Men/Pangad.
4) Mayjen Haryono, M.T, Deputi III Men/Pangad.
5) Brigjen D.I. Panjaitan, Asisten IV Men/Pangad.
6) Brigjen Sutoyo S, Inspektur Kehakiman/Oditur Jendral TNI AD.
7) Lettu Piere Andreas Tendean, Ajudan Menko Hankam/ Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
8) Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun, Pengawal rumah Wakil P.M. II Dr. J. Leimena.
1) Letjen Ahmad Yani, Men/Pangad.
2) Mayjen S.Parman, Asisten I Men/Pangad.
3) Mayjen R. Suprapto, Deputi II Men/Pangad.
4) Mayjen Haryono, M.T, Deputi III Men/Pangad.
5) Brigjen D.I. Panjaitan, Asisten IV Men/Pangad.
6) Brigjen Sutoyo S, Inspektur Kehakiman/Oditur Jendral TNI AD.
7) Lettu Piere Andreas Tendean, Ajudan Menko Hankam/ Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
8) Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubun, Pengawal rumah Wakil P.M. II Dr. J. Leimena.
b. Di Yogyakarta
1) Kolonel Katamso D, Komandan Korem 072 Yogyakarta.
2) Letnan Kolonel Sugiyono M., Kepala Staf Korem 072 Yogyakarta.
1) Kolonel Katamso D, Komandan Korem 072 Yogyakarta.
2) Letnan Kolonel Sugiyono M., Kepala Staf Korem 072 Yogyakarta.
Ahmad Yani MT Haryono S Parman
Sutoyo S
Jenderal Nasution berhasil
meloloskan diri. Akan tetapi putrinya Ade Irma Suryani tertembak yang akhirnya
meninggal tanggal 6 Oktober 1965, dan salah satu ajudannya ditangkap. Ajudan
Nasution (Lettu Pierre A. Tendean), mayat tiga jenderal, dan tiga jenderal
lainnya yang masih hidup dibawa menuju Halim. Di Halim, para jenderal yang
masih hidup dibunuh secara kejam. Sejumlah anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat
terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. Ketujuh mayat kemudian dimasukkan
dalam sebuah sumur yang sudah tidak dipakai lagi di Lubang Buaya. Untuk mengenang
peristiwa yang mengerikan tersebut, di Lubang Buaya dibangun Monumen Pancasila
Sakti. Peristiwa pembunuhan juga terjadi di daerah Yogyakarta. Komandan Korem
072 Yogyakarta Kolonel Katamso dan Kepala Stafnya Letkol Sugiyono diculik dan
dibunuh oleh kaum pemberontak di Desa Kentungan. Pagi hari sekitar jam 07.00
WIB Letkol Untung berpidato di RRI Jakarta. Dalam pidatonya, Letkol Untung
mengatakan bahwa “Gerakan 30 September” adalah suatu kelompok militer yang
telah bertindak untuk melindungi Presiden Soekarno dari kudeta. Kudeta itu
direncanakan oleh suatu dewan yang terdiri atas jenderal-jenderal Jakarta yang
korup yang menikmati penghasilan tinggi dan menjadi kaki tangan CIA (Agen
Rahasia Amerika). Setelah mendengar pidato Letkol Untung di RRI, timbul
kebingungan di dalam masyarakat. Presiden Soekarno berangkat menuju Halim.
Presiden mengeluarkan perintah agar seluruh rakyat Indonesia tetap tenang dan
meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga persatuan. Diumumkan pula bahwa
pimpinan Angkatan Darat untuk sementara waktu berada langsung di tangan
presiden sebagai Panglima Tertinggi ABRI. Selain itu melaksanakan tugas
seharihari ditunjuk Mayjen Pranoto. Namun, di saat yang sama, tanpa
sepengetahuan presiden Mayjen Soeharto mengangkat dirinya sebagai pimpinan AD.
3). Penumpasan G 30 S/PKI
Pada tanggal 2 Oktober 1965 Presiden Soekarno memanggil semua panglima angkatan ke Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut Presiden Soekarno mengemukakan masalah penyelesaian peristiwa G 30 S/PKI. Dalam rangka penjelasan G 30 S/PKI, presiden menetapkan kebijaksanaan berikut.
a. Penyelesaian aspek politik akan diselesaikan sendiri oleh presiden.
b. Penyelesaian aspek militer dan administratif diserahkan kepada Mayjen Pranoto
c. Penyelesaian militer teknis, keamanan, dan ketertiban diserahkan kepada Mayjen Soeharto
Berikut ini penumpasan G 30 S/PKI dari aspek militer. Lihat tabel 12.3
Pada tanggal 2 Oktober 1965 Presiden Soekarno memanggil semua panglima angkatan ke Istana Bogor. Dalam pertemuan tersebut Presiden Soekarno mengemukakan masalah penyelesaian peristiwa G 30 S/PKI. Dalam rangka penjelasan G 30 S/PKI, presiden menetapkan kebijaksanaan berikut.
a. Penyelesaian aspek politik akan diselesaikan sendiri oleh presiden.
b. Penyelesaian aspek militer dan administratif diserahkan kepada Mayjen Pranoto
c. Penyelesaian militer teknis, keamanan, dan ketertiban diserahkan kepada Mayjen Soeharto
Berikut ini penumpasan G 30 S/PKI dari aspek militer. Lihat tabel 12.3
4). Dampak Sosial Politik dari
Peristiwa G 30 S/PKI
Berikut ini dampak sosial politik dari G 30 S/PKI.
a. Secara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD.
b. Sampai bulan Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia.
c. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno memudar.
d. Secara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau”dianggap PKI”, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang relatif banyak.
Berikut ini dampak sosial politik dari G 30 S/PKI.
a. Secara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD.
b. Sampai bulan Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia.
c. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno memudar.
d. Secara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau”dianggap PKI”, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang relatif banyak.
4. Pendapat para ahli tentang
peristiwa G-30-S-1965/ PKI
Konsekuensi dari peristiwa yang samar dan melibatkan berbagai pihak menimbulkan penafsiran yang cukup beragam. Peristiwa Penculikan yang diikuti dengan perebutan kekuasaan serta pembasmian terhadap orang yang dianggap musuh politik menjadi suatu topik yang neraik, kompleks, membingungkan sekaligus menantang. Beberapa versi yang ada, antara lain:
Konsekuensi dari peristiwa yang samar dan melibatkan berbagai pihak menimbulkan penafsiran yang cukup beragam. Peristiwa Penculikan yang diikuti dengan perebutan kekuasaan serta pembasmian terhadap orang yang dianggap musuh politik menjadi suatu topik yang neraik, kompleks, membingungkan sekaligus menantang. Beberapa versi yang ada, antara lain:
a. Pertama, interpretasi yang
menekankan bahwa pelaku utama G 30 S adalah PKI. Sejak awal PKI telah berusaha
merintis usaha untuk merebut kekuasaan, termasuk menyusupkan orang-orangnya ke
kelompok lain, termasuk AD. Dewan Revolusi yang melakukan penculikan terhadap
sejumlah perwira AD hanyalah organ pelaksana yang sejak awal sudah dikenaro
oleh PKI. Pandangan ini antara lain dikemukakan oleh Nugroho Notosusanto dan
Ismail Saleh melalui bukunya (Tragedi Nasional, Percobaan Kup G 30 S/PKI di
Indonesa), Sekretariat Negara ( Gerakan 30 September Pemberontakan Partai
Komunis Indonesia; Latar Belakang, Aksi dan Penumpasannya), Arnold Brackman (
The Communist Collapse in Indonesia).
b. Kedua, suatu interpretasi yang
menekankan bahwa pelaku utama dari gerakan ini adalah Angkatan Darat sendiri.
Konflik internal AD, terutama antara perwira senior yang konservatif dan suka
hidup mewah dengan para perwira progresif yang prihatin dengan kehidupan
masyarakat yang banyak susah sementara beberapa perwira tinggi militer justru hidup
mewah. Termasuk diantaranya yang beranggapan bahwa kasus ini sebenarnya hanya
terkait dengan Divisi Diponegoro. Beberapa pengarang yang beranggapan semacam
ini antara lain MR Siregar (Tragedi Manusia dan Kemanusiaan, Kasus Indonesia:
Sebuah Holokaus yang Diterima sesudah Perang Dunia Kedua), Coen Holtsappel (The
30 September Movement), Anderson dan Ruth McVey (A Preliminary Analysis of the
October 1, 1965: Coup in Indonesia)
c. Ketiga, pelaku utama dan kemudian
yang harus bertanggungjawab terhadap peristiwa G 30 S adalah Letnan Jenderal
Suharto sendiri. Dia yang sejak awal sudah diberitahu oleh Latief akan rencana
penculikan serta tindakannya yang dengan cepat menumpas kelompok pemberontak
hanya mungkin dapat dilaksanakan kalau yang bersangkutan tahu betul scenario
yang ada. Beberapa tulisan yang terkait dengan interpretasi ini adalah
Wimandjaya K.Litohoe (Primadosa), Imam Soedjono (Yang Berlawan, Membongkar
Tabir Pemalsuan Sejarah PKI)
d. Keempat, Pandangan yang
beranggapan bahwa pelaku utama dari peristiwa G 30 S adalah Presiden Sukarno
sendiri. Para perwira yang tergabung dalam Dewan revolusi merupakan tokoh-tokoh
yang sangat mengagumi Presiden Sukarno sekaligus sangat dekat dengan Presiden
Sukarno. Termasuk beberapa tokoh di luar AD yang kemudian bertemu di Halim
Perdanakusumah merupakan orang-orang dekat Sukarno. Presiden yang berusaha
memperkuat posisinya ingin pimpinan AD semakin tunduk dan setia dengan
kepemimpinannya. Tulisan ini antara lain dianut oleh Antonie C.A.Dake (In The
Spirit of The Red Banteng: Indonesian Communism between Moscow and Peking,
Sukarno File, Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi suatu keruntuhan)
Soegiarso Soerojo (Siapa menabur Angin akan menuai Badai), John Hughes ( The
End of Soekarno), Ulf Sundhaussen (Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju
Dwifungsi ABRI).
e. Kelima, Pandangan yang
beranggapan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan hasil skenario dari kekuatan
yang diorganisir dan direncanakan oleh agen rahasia Amerika, CIA. Amerika yang
sejak awal berusaha menguasai Indonesia, paling tidak menjadikan Indonesia
sebagai sekutunya terus berusaha memperkuat pengaruhnya di Indonesia. Untuk itu
Amerika sangat berkepentingan mengganti posisi Presiden Sukarno serta
menyingkirkan pengaruh dan kekuatan PKI. Tulisan ini antara lain dikembangkan
oleh Greg Poulgrain ( The Genesis of Confrontation: Malaysia, Brunei and
Indonesia, 1945-1965).
f. Keenam, pandangan yang
beranggapan bahwa pelaku G 30 S tidak tunggal. Pandangan ini juga masih
beragam; antara lain; yaitu yang beranggapan bahwa ada konspirasi antara
kekuatan AD dengan kekuatan asing, khususnya Amerika dan Inggris. Anggapan ini
antara lain dikembangkan oleh Harsutejo (G 30 S Sejarah yang digelapkan Tangan
berdarah CIA dan Rejim Suharto), Di samping itu juga ada yang beranggapan bahwa
peristiwa G 30 S adalah konspirasi antara Presiden Sukarno, PKI dan RRC
sebagaimana yang kembangkan oleh Victor M. .Fic (Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah
Studi tentang Konspirasi). Sementara juga ada yang beranggapan bahwa pelaku
dari G 30 S adalah perpaduan antara pimpinan PKI yang keblinger, kecerdikan
subversi nekolim dan adanya oknum-oknum yang tidak bera. Pandangan ini antara
lain dikemukakan oleh Presiden Sukarno (Pelengkap Nawaksara
Dari uraian singkat di atas, kita
bisa melihat bahwa ternyata memang tidak mudah untuk bisa menentukan dengan
pasti siapa dibalik G30S. Setiap kesimpulan yang dibuat akan dibantah oleh yang
lain sehingga tidak akan ada kesimpulan yang diterima oleh semua pihak. Setiap
orang mempunyai kesimpulan sesuai pengalaman dan keyakinan masing-masing yang
sifatnya individual.
5. Dampak sosial-politik dari peristiwa G-30-S-1965/ PKI di dalam masyarakat
5. Dampak sosial-politik dari peristiwa G-30-S-1965/ PKI di dalam masyarakat
a. Sosial
Menanggapi peristiwa G 30 S PKI presiden Soekarno bersikap kurang tegas sehingga menimbulkan reaksi dari rakyat terutama kalangan amahsiswa dan pelajar yang mendapat dukungan ABRI.
Secara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-
orang PKI atau”dianggap PKI”, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang relatif banyak.
Menanggapi peristiwa G 30 S PKI presiden Soekarno bersikap kurang tegas sehingga menimbulkan reaksi dari rakyat terutama kalangan amahsiswa dan pelajar yang mendapat dukungan ABRI.
Secara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-
orang PKI atau”dianggap PKI”, yang tidak semuanya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang relatif banyak.
b. Ekonomi
Terjadinya kondisi harga barang-barang naik dan terjadi inflasi sangat tinggi bahkan melebihi 600% setahun.
Upaya mengatasi inflasi :
• Mengadakan devaluasi rupiah lama menjadi rupiah baru, dari Rp 1000
menjadi Rp 100 uang baru.
• Menaikkan harga bahan bakar menjadi empat kali lipat sejak 1 Januari 1966
yang mengakibatkan naiknya harga-harga barang secar tidak terkendali
Terjadinya kondisi harga barang-barang naik dan terjadi inflasi sangat tinggi bahkan melebihi 600% setahun.
Upaya mengatasi inflasi :
• Mengadakan devaluasi rupiah lama menjadi rupiah baru, dari Rp 1000
menjadi Rp 100 uang baru.
• Menaikkan harga bahan bakar menjadi empat kali lipat sejak 1 Januari 1966
yang mengakibatkan naiknya harga-harga barang secar tidak terkendali
c. Dampak Politik
Munculnya gelombang aksi menentang ketidak tegasan Presiden Soekarno tentang peristiwa G 30 S PKI terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar misalnya KAMI, KAPPI,KAPI, KAWI, KABI yang kemudian mengeluarkan tuntutan yang dikenal dengan TRITURA ( Tiga Tuntutan Rakyat ) pada 10 Januari 1966 yang berisi :
a. Pembubaran PKI
b. Pembersihan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
c. Penurunan harga-harga (perbaikan ekonomi)
Munculnya gelombang aksi menentang ketidak tegasan Presiden Soekarno tentang peristiwa G 30 S PKI terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar misalnya KAMI, KAPPI,KAPI, KAWI, KABI yang kemudian mengeluarkan tuntutan yang dikenal dengan TRITURA ( Tiga Tuntutan Rakyat ) pada 10 Januari 1966 yang berisi :
a. Pembubaran PKI
b. Pembersihan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
c. Penurunan harga-harga (perbaikan ekonomi)
Dalam usaha menuntut TRITURA telah
gugur seorang mahasiswa Arief Rahman Hakim yang tertembus peluru pengawal
kepresidenan. Reaksi presiden terhadap aksi-aksi demo menentang dirinya adalah
membubarkan KAMI pada 25 Februari 1966. pada tanggal 11 Maret 1966 Presiden
memimpin sidang kabinet yang membahas kemelut politik saat itu. Namun presiden
buru-buru pergi ke Bogor karena ada informasi di sekitar istana terdapat
pasukan-pasukan liar.
Tindakan Presiden ini mengundang
tanggapan dari 3 perewira TNI AD yaitu :
• Mayor Jenderal Basuki Rahmat
• Brigadir Jenderal M. Yusuf
• Brigadir Jenderal Amir Mahmud
Yang menyusul ke Bogor dengan membawa pesan dari Jenderal Soeharto bahwa Soeharto siap mengatasi keadaan kalau presiden memberi kepercayaan padanya. Sehingga presiden kemudian memerintahkan ketiga jenderal dan Komandan resimen Cakrabirawa BrigJen Sabur untuk membuat konsep surat perintah kepada Jenderal Soeharto yang kemudian dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR) dalam TAP MPRS No. IX/MPRS/1966 yang intinya berisi :
Memerintahkan kepada Letnan Jenderal Soeharto atas nama presiden untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketertiban serta stabilitas jalannya pemerintahn dan jalannya revolusi serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan presiden.
Langkah selanjutnya adalah Letjen Soeharto membubarkan PKI dan Ormas-ormasnya sebagai partai terlarang di seluruh Indonesia pada 12 Maret 1966 ditetapkan dalam TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966.
• Mayor Jenderal Basuki Rahmat
• Brigadir Jenderal M. Yusuf
• Brigadir Jenderal Amir Mahmud
Yang menyusul ke Bogor dengan membawa pesan dari Jenderal Soeharto bahwa Soeharto siap mengatasi keadaan kalau presiden memberi kepercayaan padanya. Sehingga presiden kemudian memerintahkan ketiga jenderal dan Komandan resimen Cakrabirawa BrigJen Sabur untuk membuat konsep surat perintah kepada Jenderal Soeharto yang kemudian dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR) dalam TAP MPRS No. IX/MPRS/1966 yang intinya berisi :
Memerintahkan kepada Letnan Jenderal Soeharto atas nama presiden untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketertiban serta stabilitas jalannya pemerintahn dan jalannya revolusi serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan presiden.
Langkah selanjutnya adalah Letjen Soeharto membubarkan PKI dan Ormas-ormasnya sebagai partai terlarang di seluruh Indonesia pada 12 Maret 1966 ditetapkan dalam TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966.
Dampak sosial politik dari G 30
S/PKI.
a. Secara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD.
b. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno memudar.
a. Secara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD.
b. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno memudar.
Trik internetan cepat
TIPS AMPUH INTERNETAN SUPER CEPAT
Browsing
Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara
dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar
koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang
diklaim bisa mempercepat koneksi internet.Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi
internet :TUTORIAL TIPS 1I. Menggubah setting bandwith Pada windowsPada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet
sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal,Jika anda ingin
menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang
bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya
pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :1. Klik Start2. Klik Run3. Ketik gpedit.msc4. Kemudian klik Ok5. Setelah masuk klik Administrative Templates6. Kemudian Klik Network7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 011. Klik Apply,ok12. Kemudian keluar dan Restart komputerII. Gunakan DNS dari OpenDNS untuk koneksi internet yang lebih cepat dan lebih
aman.1. Klik Start2. Klik Control Panel3. Pilih Network & Internet Connection4. Klik Network Connection5. Klik Kanan Local Area Connection pilih Properties6. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian Klik Properties7. Klik Use Following DNS Server8. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.2229. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.22010. Kemudian Klik OKIII. Jika menggunakan Browser Firefox gunakan add on Fasterfox, bisa di
download disini.Fasterfox adalah sebuah add on yang berfungsi untuk mempercepat koneksi dengan
melakukan optimasi pada network dan cache browser. Fungsi dari cache adalah
untuk menyimpan data sementara dari website yang kita kunjungi, sehingga ketika
kita membuka kembali website tersebut proses loading-nya akan lebih cepat
karena datanya telah disimpan di cache.Beberapa optimasi yang dapat dilakukan oleh fasterfox adalah: HTTP pipelining,
Memory caching,Disk caching,DNS caching,FastBack caching.IV. Bagi pengguna Firefox, silahkan pasang AdblockFungsinya adalah untuk mem-filter iklan-iklan yang tidak perlu pada saat kita
browsing, sehingga proses loading akan menjadi lebih cepat dan maksimal.TUTORIAL TIPS 2Menurut tulisan itu, ada beberapa cara untuk meningkatkan kecepetan akses
internet di antaranya dengan menyetting browser, menggunakan openDNS atau
menggunakan Google Web Accelerator.Setting melalui openDNS sendiri sebenarnya banyak yang meragukan apakah bisa
membuat koneksi cepat atau ga ada pengaruh apa-apa, coba anda baca polemiknya
di forum. Sedangkan Google Web Accelerator didesain jika anda menggunakan
koneksi broadband seperti cable dan DSL, tetapi untuk dial-up (mis. telkomnet
instan atau speedy) juga dapat mempercepat koneksi. Untuk memakai Google Web
Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating system harus
windows XP atau windows 2000 dan browser nya harus (minimal) IE 5.5+ atau
Mozilla Firefox 1.0+. kalau untuk browser lain juga bisa tetapi harus
menkonfigurasi proxy settingsnya dari browser anda dengan menambah
127.0.0.1:9-100 pada HTTP. Setelah melakukan instalasi, Google web accelerator
akan menampilkan icon kecil di atas browser dan icon tray di pojok bawah layar
desktop.Untuk cara Setting Browser, silakan ikuti cara2 ini:Pengguna Internet Explorer: 1. Pilih menu [Tools] 2. Pilih [Internet Option] 3. Klik tab [General] 4. Pada opsi Incoming search: tips mempercepat firefox 3 6,Tips Langka,Mengatasi
Speed Telkomsel yang lemot,blepot,sofware mempercepat speed telkom flexi,cara
menyedot bandwith modem flexi,yahooanswer mengatasi fleksi sering
error,aplikasi memperbesar bandwith internet smart,tips super cepat menggunakan
modem flexi unlimitid,tips agar koneksi internet tidak terputus setiap 1
jam,MENGATASI SPEED TELKOMSEL UNLIMITED,mempercepat bandwith speedy,cara
memperoleh settingan maksimal pada modem flexi,cara mempercepat Speed internet
menggunakan kartu 3,cara mempercepat koneksi modem ciscom,cara mempercepat
speed internet dengan flexi,proxy telkom flexi unlimited,cara mempercepat
koneksi firefox 3 6 8,Blepot Com,cara mempercepat modem cdma fullspeed,optimasi
modem flexi,cara cepat browsing flexi,perbesar bandwith speedy,tips menghindari
koneksi flexi putus 1 jam,Tips Mengatasi Koneksi Internet Putus di
warnet,setingan DNS super cepat untuk modem CDMA,tips mempercepat koneksi
internet flexi,cara mempercepat modem dial up windows 7,hack flexi
unlimited,hack bandwitdth flexi,membuat koneksi internet flexi menjadi
kencang,ara mempercepat banwith flexi,cara mempercepat koneksi internet modem
flexi,setting http proxy SEMP 11,setting flexy,cara menambah bandwith modem
flexi,mempercepat koneksi internet kartu 3,setting browsing cepat
flexi,memaksimalkan local area connection speed,cara meningkatkan koneksi modem
cdma,sedot bandwitch pake modem flexy,CARA MENAMBAH SPEED PADA MODEM SPEEDY
YANG SUPER LELET,mempercepat koneksi internet flexy,memperbesar bandwith
speedy,mempercepat koneksi internet flexi,mempercepat internet menggunakan
modem 3,cara mempercepat koneksi internet flexy unlimited,cara mempercepat
koneksi telkomflexy,cara mempercepat loadind internet menggunakan modem
cdma,cara mempercepat local area conection,cara register flash speed,software free
koneksi cdma flaxi kencang,CARA mempercepat koneksi internet di 7,cara
mempercepat koneksi internet dengan modem flexi,mempercepat internet
flexi,memaksimalkan browsing pake modem flexi,modem flexi agar tidak dc,modem
cdma yang kencang,cara meningkatkan bandwidth pada proxy,cara meningkatkan
bandwith internet flexy,flexi disconnects,meningkatkan bandwidth
flexi,memperluas bandwith windows,cara setting flexi unlimited gratis,cara
seting mempercepat modem flash flexi cdma,cara sedot bandwidh flexi unlimited,modem
flexi agar tidak dc 2010,memaksimalkan koneksi internet download kartu 3,cara
mengatasi loading yang lelet,manual cara untuk menyedot bandwitch,proxy dns
untuk telkomflexy,menambah kecepatan koneksi flexi,cara mengatasi bandwidth
limited telkomsel flash,PERBESAR FLEXI UNLIMITED,menambah kecepatan modem
flexi,hacking bandwidth flexi unlimited,hack kecepatan modem cdma speed
up,pengaturan koneksi cepat internet telkomsel,cara mengatasi koneksi flexi
unlimited yang putus tiap satu jam,cara seting memperbesar jam pada
desktop,cara mempercepat browsing internet menggunakan modem cdma,cara cepat
browsing modem flexi,cara memperbesar cache browser,tips merubah speed koneksi
flexi,tips memakai bandwith orang lain,berapa kecepatan dial up telkomsel
flexi,cara mempercepat bandwith modem flexi,tips supaya modem bisa lebih cepat
koneksinya,cara mempercepat bandwith flexi,Aplikasi untuk Menambah Bandwidth
modem CDMA,tips langka DNS,tips and trik membuat modem cdma tambah cepat,cara
mempercepat internet telkomnet instan,agar modem flexi ga lemot,cara daftar
flexi menjadi speedy memakai modem,TAMBAH SPEED INTERNET FLEXI,cara kencang
berinternet di laptop,cara memper cepat internetan dengan kartu 3 di modem,trik
mempercepat internet flexi ultimate,trik mempercepat internet flexi unlimited
Minggu, 22 Februari 2015
laporan praktikum kimia TRAYEK pH Suatu larutan
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
MENENTUKAN TRAYEK PH
SUATU LARUTAN KIMIA


OLEH:
MOH. MURNE RIFA’I
NO.ABSEN:
18
GURU PEMBIMBING:
Ø ARPAN, S.Pd
SMA NEGERI 1 JONGGAT
TAHUN AJARAN
2015/2016
A.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
Hari : Selasa
Tanggal : 10 Februari 2015
Tempat : Laboratorium Kimia SMAN
1 Jonggat
B.
TUJUAN
untuk
memperkirakan pH suatu larutan berdasarkan sampel
C. LANDASAN TEORI
Indikator asam basa adalah zat yang
warnanya berubah bergantung pada pH larutan. Indikator asam-basa dapat
digunakan untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaan suatu larutan.
Larutan asam mempunyai pH< 7, larutan netral mempunyai pH = 7, dan
larutan basa mempunyai pH > 7. Semua indikator asam-basa
merupakan asam lemah atau basa lemah yang dapat memperlihatkan
perbedaan warna di dalam larutan asam atau basa.
Trayek atau daerah perubahan warna adalah daerah
batas pH yang merupakan daerah transisi perubahan warna. Indikator yang berbeda
mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda. Sebagai contoh, larutan lakmus
akan berwarna merah pada pH< 5,5 dan berwarna biru pada pH >8. Pada
larutan dengan pH = 5,5 – 8, warna lakmus merupakan kombinasi antara warna
merah dan biru. Jadi, bias dikatakan trayek perubahan warna lakmus adalah
antara pH = 5,5 dan pH = 8.
Sebuah indikator biasanya hanya menunjukkan
sebuah rentang pH tertentu dan tidak menunjukkan sebuah nilai pH yang pasti.
Karenanya, diperlukan indicator lain untuk mempersempit rentang perkiraan pH
sampel yang diuji.
D. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
-
Pelat tetes
-
Pipet tetes
b. Bahan
-
Metil merah
-
Bromtimol Biru
-
Fenolftalein
-
Larutan A,B,C,D,E,F,G,H,I
E.
LANGKAH KERJA
1. Memasukkan 3 s/d 4 tetes larutan sampel/ larutan yang di
uji ke dalam 1 bagian plat tetes. Hal yang sama di lakukan untuk 2 bagian plat
tetes lainnya.
2.
Bagian
pertama ditambahkan dengan larutan indicator Metil Merah (MM) dan catat warna
yang terbentuk.
3.
Bagian kedua
ditambahkan dengan Bromtimol Biru (BB) dan catat warna yang terbentuk.
4. Bagian ketiga ditambahkan
Penolftalein (PP) dan catat perubahan waran yang terjadi.
F.
DATA HASIL
PENGAMATAN
Tabel hasil pengamatan:
|
No
|
Larutan
|
Warna Mula-mula
|
Warna
sampel setelah ditambahkan
|
Perkiraan pH
|
|||
|
MM
|
BB
|
PP
|
|||||
|
1
|
A
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
B
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
C
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
D
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
E
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
F
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
G
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
H
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
I
|
|
|
|
|
|
|
G.
ANALISA DATA
DAN PERHITUNGAN
a.
Analisa data
Pada percobaan
pertama, kami tetesi larutan A yang tidak berwarna ke 3 lubang plat tetes, kemudian di lubang pertama
ditetesi 2-3 tetes metil merah sehingga terbentuk warna hijau lumut, kemudian
pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes bromtimol biru sehingga terbentuk warna
biru, dan pada lubang terakhir di tetesi 2-3 tetes Fenolftalein sehingga
terbentuk warna merah.
Pada
percobaan kedua, kami tetesi larutan B yang tidak berwarna ke 3 lubang plat
tetes, kemudian di lubang pertama ditetesi 2-3 tetes Metil Merah sehingga
terbentuk warna merah muda, kemudian pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes
bromtimol biru sehingga terbentuk warna kuning, dan pada lubang terakhir
ditetesi 2-3 tetes fenolftalein sehingga tidak berwarna.
b.
Perhitungan
H.
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atasdapatdisimpulkanbahwa :
1. Dalam menentukan pH digunakan
beberapa indikator karena setiap indikator mempunyai trayek perubahan warna
yang berbeda.
2. Indikator yang digunakan dalam menentukan pH antara lain, fenolftalein (PP), metil merah (MM),
dan brom timol biru
(BTB).
3. Sifat larutan yang diuji
berbeda-beda, yaitu bersifat asam, basa dan netral.
4. Suatu larutan memiliki pH yang berbeda. Larutan asam pH < 7 ; larutan pH > 7 ;
larutan netral pH = 7.
5. Reaksi asam dan basa menghasilkan garam dan air.
b.
Saran
Jika melakukan pengamatan pada suatu larutan lakukanlah dengan teliti
dalam pengamatan, jangan tergesa-gesa agar tidak terjadi kesalahan. Dalam mengambil suatu
larutan ke dalam cekungan pelat tetes harus sesuai dengan takaran yang
diperlukan jangan lebih ataupun jangan kurang dari batas yang telah di
tentukan. Dalam menuangkan beberapa indikator ke dalam pelat tetes yang telah
berisi beberapa larutan harus dilakukan secara terampil agar indikator tidak
tumpah ke dalam larutan yang tidak diinginkan. Amatilah perubahan warna terjadi
dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan dalam menentukan warna larutan.
I.
DAFTAR
PUSTAKA
nhiyacitra.blogspot.com/2012/05/laporan-kimia-trayek-ph.html
kurosagas.blogspot.com/.../laporan-praktikum-menentukan-trayek-ph.html...
http://dinaseptember.blogspot.com/2012/04/perhitungan-ph-larutan-dengan-beberapa.html
---------------------------- PERHATIAN . . . !!!!!!!!! ----------------------------------
tinggal diisi sendirii broooo,,, perhitungan, pembahasan dengan tabel hasil pengamatannya . .
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Postingan (Atom)


