selanjutnya

Minggu, 22 Februari 2015

laporan praktikum kimia TRAYEK pH Suatu larutan


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
MENENTUKAN TRAYEK PH
SUATU LARUTAN KIMIA
1.PNG
OLEH: MOH. MURNE RIFA’I
NO.ABSEN: 18

GURU PEMBIMBING:
Ø  ARPAN, S.Pd
SMA NEGERI 1 JONGGAT
TAHUN AJARAN
 2015/2016


A.    PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Hari                             : Selasa
Tanggal                       : 10 Februari 2015
Tempat                        : Laboratorium Kimia SMAN 1 Jonggat

B.     TUJUAN            
untuk memperkirakan pH suatu larutan berdasarkan sampel

C.    LANDASAN TEORI
Indikator  asam basa adalah zat yang warnanya berubah bergantung  pada pH larutan. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaan  suatu larutan. Larutan asam mempunyai pH< 7, larutan netral mempunyai  pH = 7, dan larutan basa mempunyai pH > 7. Semua  indikator asam-basa merupakan  asam lemah atau basa lemah yang dapat memperlihatkan  perbedaan warna  di dalam larutan asam atau basa.
Trayek atau daerah perubahan warna adalah daerah batas pH yang merupakan daerah transisi perubahan warna. Indikator yang berbeda mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda. Sebagai contoh, larutan lakmus akan berwarna merah pada pH< 5,5 dan berwarna biru pada pH >8. Pada larutan dengan pH = 5,5 – 8, warna lakmus merupakan kombinasi antara warna merah dan biru. Jadi, bias dikatakan trayek perubahan warna lakmus adalah antara pH = 5,5 dan pH = 8.
Sebuah indikator biasanya hanya menunjukkan sebuah rentang pH tertentu dan tidak menunjukkan sebuah nilai pH yang pasti. Karenanya, diperlukan indicator lain untuk mempersempit rentang perkiraan pH sampel yang diuji.

D.    ALAT DAN BAHAN
a.      Alat
-          Pelat tetes
-          Pipet tetes
b.      Bahan
-          Metil merah
-          Bromtimol Biru
-          Fenolftalein
-          Larutan A,B,C,D,E,F,G,H,I





E.     LANGKAH KERJA
1.      Memasukkan 3  s/d 4 tetes larutan sampel/ larutan yang di uji ke dalam 1 bagian plat tetes. Hal yang sama di lakukan untuk 2 bagian plat tetes lainnya.
2.      Bagian pertama ditambahkan dengan larutan indicator Metil Merah (MM) dan catat warna yang terbentuk.
3.      Bagian kedua ditambahkan dengan Bromtimol Biru (BB) dan catat warna yang terbentuk.
4.        Bagian ketiga ditambahkan Penolftalein (PP) dan catat perubahan waran yang terjadi.
F.     DATA HASIL PENGAMATAN
Tabel hasil pengamatan:
No
Larutan
Warna Mula-mula
Warna sampel setelah ditambahkan
Perkiraan pH
MM
BB
PP
1
A






2
B






3
C






4
D






5
E






6
F






7
G






8
H






9
I







G.    ANALISA DATA DAN PERHITUNGAN

a.      Analisa data
Pada percobaan pertama, kami  tetesi  larutan A yang  tidak berwarna  ke 3 lubang plat tetes, kemudian di lubang pertama ditetesi 2-3 tetes metil merah sehingga terbentuk warna hijau lumut, kemudian pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes bromtimol biru sehingga terbentuk warna biru, dan pada lubang terakhir di tetesi 2-3 tetes Fenolftalein sehingga terbentuk warna merah.
Pada percobaan kedua, kami tetesi larutan B yang tidak berwarna ke 3 lubang plat tetes, kemudian di lubang pertama ditetesi 2-3 tetes Metil Merah sehingga terbentuk warna merah muda, kemudian pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes bromtimol biru sehingga terbentuk warna kuning, dan pada lubang terakhir ditetesi 2-3 tetes fenolftalein sehingga tidak berwarna.

b.      Perhitungan







H.    PENUTUP
a.      Kesimpulan
Dari pembahasan di atasdapatdisimpulkanbahwa :
1.      Dalam menentukan pH digunakan beberapa indikator karena setiap indikator mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda.
2.      Indikator yang digunakan dalam menentukan pH antara lain, fenolftalein (PP), metil merah (MM), dan brom timol biru (BTB).
3.      Sifat larutan yang diuji berbeda-beda, yaitu bersifat asam, basa dan netral.
4.      Suatu larutan memiliki pH yang berbeda. Larutan asam pH < 7 ; larutan pH > 7 ; larutan netral pH = 7.
5.      Reaksi asam dan basa menghasilkan garam dan air.
b.      Saran
Jika melakukan pengamatan pada suatu larutan lakukanlah dengan teliti dalam pengamatan, jangan tergesa-gesa agar tidak terjadi kesalahan. Dalam mengambil suatu larutan ke dalam cekungan pelat tetes harus sesuai dengan takaran yang diperlukan jangan lebih ataupun jangan kurang dari batas yang telah di tentukan. Dalam menuangkan beberapa indikator ke dalam pelat tetes yang telah berisi beberapa larutan harus dilakukan secara terampil agar indikator tidak tumpah ke dalam larutan yang tidak diinginkan. Amatilah perubahan warna terjadi dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan dalam menentukan warna larutan.





I.       DAFTAR PUSTAKA
nhiyacitra.blogspot.com/2012/05/laporan-kimia-trayek-ph.html
kurosagas.blogspot.com/.../laporan-praktikum-menentukan-trayek-ph.html...
http://dinaseptember.blogspot.com/2012/04/perhitungan-ph-larutan-dengan-beberapa.html


---------------------------- PERHATIAN . . . !!!!!!!!! ----------------------------------
tinggal diisi sendirii broooo,,, perhitungan, pembahasan dengan tabel hasil pengamatannya . . 

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar