LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
MENENTUKAN TRAYEK PH
SUATU LARUTAN KIMIA


OLEH:
MOH. MURNE RIFA’I
NO.ABSEN:
18
GURU PEMBIMBING:
Ø ARPAN, S.Pd
SMA NEGERI 1 JONGGAT
TAHUN AJARAN
2015/2016
A.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
Hari : Selasa
Tanggal : 10 Februari 2015
Tempat : Laboratorium Kimia SMAN
1 Jonggat
B.
TUJUAN
untuk
memperkirakan pH suatu larutan berdasarkan sampel
C. LANDASAN TEORI
Indikator asam basa adalah zat yang
warnanya berubah bergantung pada pH larutan. Indikator asam-basa dapat
digunakan untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaan suatu larutan.
Larutan asam mempunyai pH< 7, larutan netral mempunyai pH = 7, dan
larutan basa mempunyai pH > 7. Semua indikator asam-basa
merupakan asam lemah atau basa lemah yang dapat memperlihatkan
perbedaan warna di dalam larutan asam atau basa.
Trayek atau daerah perubahan warna adalah daerah
batas pH yang merupakan daerah transisi perubahan warna. Indikator yang berbeda
mempunyai trayek perubahan warna yang berbeda. Sebagai contoh, larutan lakmus
akan berwarna merah pada pH< 5,5 dan berwarna biru pada pH >8. Pada
larutan dengan pH = 5,5 – 8, warna lakmus merupakan kombinasi antara warna
merah dan biru. Jadi, bias dikatakan trayek perubahan warna lakmus adalah
antara pH = 5,5 dan pH = 8.
Sebuah indikator biasanya hanya menunjukkan
sebuah rentang pH tertentu dan tidak menunjukkan sebuah nilai pH yang pasti.
Karenanya, diperlukan indicator lain untuk mempersempit rentang perkiraan pH
sampel yang diuji.
D. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
-
Pelat tetes
-
Pipet tetes
b. Bahan
-
Metil merah
-
Bromtimol Biru
-
Fenolftalein
-
Larutan A,B,C,D,E,F,G,H,I
E.
LANGKAH KERJA
1. Memasukkan 3 s/d 4 tetes larutan sampel/ larutan yang di
uji ke dalam 1 bagian plat tetes. Hal yang sama di lakukan untuk 2 bagian plat
tetes lainnya.
2.
Bagian
pertama ditambahkan dengan larutan indicator Metil Merah (MM) dan catat warna
yang terbentuk.
3.
Bagian kedua
ditambahkan dengan Bromtimol Biru (BB) dan catat warna yang terbentuk.
4. Bagian ketiga ditambahkan
Penolftalein (PP) dan catat perubahan waran yang terjadi.
F.
DATA HASIL
PENGAMATAN
Tabel hasil pengamatan:
|
No
|
Larutan
|
Warna Mula-mula
|
Warna
sampel setelah ditambahkan
|
Perkiraan pH
|
|||
|
MM
|
BB
|
PP
|
|||||
|
1
|
A
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
B
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
C
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
D
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
E
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
F
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
G
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
H
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
I
|
|
|
|
|
|
|
G.
ANALISA DATA
DAN PERHITUNGAN
a.
Analisa data
Pada percobaan
pertama, kami tetesi larutan A yang tidak berwarna ke 3 lubang plat tetes, kemudian di lubang pertama
ditetesi 2-3 tetes metil merah sehingga terbentuk warna hijau lumut, kemudian
pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes bromtimol biru sehingga terbentuk warna
biru, dan pada lubang terakhir di tetesi 2-3 tetes Fenolftalein sehingga
terbentuk warna merah.
Pada
percobaan kedua, kami tetesi larutan B yang tidak berwarna ke 3 lubang plat
tetes, kemudian di lubang pertama ditetesi 2-3 tetes Metil Merah sehingga
terbentuk warna merah muda, kemudian pada lubang kedua ditetesi 2-3 tetes
bromtimol biru sehingga terbentuk warna kuning, dan pada lubang terakhir
ditetesi 2-3 tetes fenolftalein sehingga tidak berwarna.
b.
Perhitungan
H.
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atasdapatdisimpulkanbahwa :
1. Dalam menentukan pH digunakan
beberapa indikator karena setiap indikator mempunyai trayek perubahan warna
yang berbeda.
2. Indikator yang digunakan dalam menentukan pH antara lain, fenolftalein (PP), metil merah (MM),
dan brom timol biru
(BTB).
3. Sifat larutan yang diuji
berbeda-beda, yaitu bersifat asam, basa dan netral.
4. Suatu larutan memiliki pH yang berbeda. Larutan asam pH < 7 ; larutan pH > 7 ;
larutan netral pH = 7.
5. Reaksi asam dan basa menghasilkan garam dan air.
b.
Saran
Jika melakukan pengamatan pada suatu larutan lakukanlah dengan teliti
dalam pengamatan, jangan tergesa-gesa agar tidak terjadi kesalahan. Dalam mengambil suatu
larutan ke dalam cekungan pelat tetes harus sesuai dengan takaran yang
diperlukan jangan lebih ataupun jangan kurang dari batas yang telah di
tentukan. Dalam menuangkan beberapa indikator ke dalam pelat tetes yang telah
berisi beberapa larutan harus dilakukan secara terampil agar indikator tidak
tumpah ke dalam larutan yang tidak diinginkan. Amatilah perubahan warna terjadi
dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan dalam menentukan warna larutan.
I.
DAFTAR
PUSTAKA
nhiyacitra.blogspot.com/2012/05/laporan-kimia-trayek-ph.html
kurosagas.blogspot.com/.../laporan-praktikum-menentukan-trayek-ph.html...
http://dinaseptember.blogspot.com/2012/04/perhitungan-ph-larutan-dengan-beberapa.html
---------------------------- PERHATIAN . . . !!!!!!!!! ----------------------------------
tinggal diisi sendirii broooo,,, perhitungan, pembahasan dengan tabel hasil pengamatannya . .
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar